Vokasi Tata Boga SLBN 2 Martapura: Dari Dapur Sekolah Menuju Kemandirian
• Oct 30, 2025 •

Belajar Memasak dan Keterampilan Nyata yang Fungsional
Program Vokasi Tata Boga di SLBN 2 Martapura menjadi salah satu wadah bagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk mengasah keterampilan hidup. Melalui kegiatan memasak dan berkreasi di dapur, para murid tidak hanya belajar teknik kuliner, tetapi juga membangun rasa percaya diri, disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja secara mandiri dan di dalam tim.
Kegiatan vokasi ini diikuti oleh peserta didik jenjang SMALB kelas 10, 11, dan 12, yang dibimbing secara langsung oleh Ibu Yeni Nurdiannawati, S.Pd — selaku Kepala Dapur sekaligus pembimbing utama. Dengan pendekatan pembelajaran yang penuh kesabaran dan kasih, beliau membantu siswa memahami setiap tahapan dalam proses memasak, mulai dari menyiapkan alat & bahan, mengikuti resep, memasak, hingga penyajian dan pengemasan.
Kreasi Kuliner dari Tangan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus
Dalam setiap sesi praktik, peserta didik mencoba membuat berbagai produk makanan dan minuman secara mandiri dan bekerjasama di dalam tim. Resep yang digunakan merupakan hasil arahan dan panduan dari Ibu Yeni, disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing siswa.
Beberapa hasil karya yang telah mereka buat antara lain:
🥚 Telur asin
🍰 Kue basah dan kering hasil olahan tangan sendiri
🥧 Snack sehat dengan bahan lokal
🍹 Minuman segar dengan cita rasa khas
🍚 Hidangan utama
Setiap produk merupakan cerminan dari semangat dan kreativitas peserta didik dalam mengembangkan bakat vokasi di bidang Tata Boga.
Lebih dari Sekadar Memasak: Menumbuhkan Kemandirian
Melalui program ini, siswa belajar lebih dari sekadar mencampur bahan dan mengikuti resep. Mereka juga dilatih untuk:
Mengatur waktu, alat & bahan saat memasak
Menjaga kebersihan dan keamanan di dapur
Berkolaborasi dalam tim kecil
Menghargai proses kerja dan hasil sendiri
Pendekatan ini menjadikan Tata Boga di SLBN 2 Martapura sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, dan berdampak langsung pada kemandirian peserta didik.


