Vokasi Kriya Kayu di SLBN 2 Martapura: Meningkatkan Motorik dan Kemandirian Peserta Didik Berkebutuhan Khusus

• Nov 19, 2025 •

Vokasi Kriya Kayu di SLBN 2 Martapura: Mengasah Motorik, Kreativitas, dan Keamanan Kerja Peserta Didik Berkebutuhan Khusus

Program Vokasi Kriya Kayu di SLBN 2 Martapura menjadi salah satu pembelajaran berbasis keterampilan yang dirancang untuk memperkuat kemampuan motorik, kreativitas, serta kedisiplinan peserta didik berkebutuhan khusus jenjang SMALB. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar langsung melalui proses pembuatan berbagai produk kerajinan kayu yang fungsional, edukatif, dan bernilai seni.

Vokasi ini berlangsung dengan bimbingan intensif dari Bapak Aqmal Noor Zamzam, S.Pd dan Bapak Jaka Prasaja Pebriyanto, S.Pd, dua tenaga pendidik yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam mengembangkan potensi siswa melalui kerja berbasis praktik.

Pembelajaran Motorik Kasar dan Motorik Halus dalam Kriya Kayu

Kriya kayu merupakan bidang yang kaya akan aktivitas fisik dan memerlukan koordinasi tubuh yang baik. Oleh karena itu, vokasi ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan motorik peserta didik:

🔧 1. Motorik Kasar

Peserta didik dilatih menggunakan peralatan kerja sederhana seperti gergaji tangan, palu, dan amplas. Latihan ini membantu mereka:

  • Mengembangkan kekuatan tangan dan lengan,

  • Melatih koordinasi antara mata dan tangan,

  • Mengontrol gerakan tubuh saat memotong atau membentuk kayu,

  • Meningkatkan keseimbangan dan ketahanan fisik selama bekerja.

Aktivitas ini dirancang dengan pengawasan ketat untuk memastikan peserta didik mampu melakukan gerakan besar secara aman dan bertahap.

✂️ 2. Motorik Halus

Pada tahap detail, peserta didik diajari:

  • Menggores pola,

  • Menghaluskan permukaan kayu,

  • Merapikan sudut,

  • Mengecat atau memberi finishing pada produk.

Latihan ini membantu meningkatkan ketelitian, fokus, dan kontrol jari serta pergelangan tangan. Motorik halus sangat penting dalam tahap penyelesaian kriya kayu, terutama untuk menghasilkan produk yang rapi dan layak pakai.

Keamanan Kerja: Prioritas Utama dalam Pembelajaran

Karena kriya kayu melibatkan peralatan tajam dan benda keras, SLBN 2 Martapura menerapkan standar keamanan kerja yang ketat. Peserta didik dibimbing untuk:

  • Menggunakan alat dengan posisi tubuh yang aman,

  • Mengenali potensi bahaya sebelum mulai bekerja,

  • Mengikuti instruksi step-by-step dari pembimbing,

  • Menjaga lingkungan kerja tetap rapi dan bebas benda berbahaya,

  • Menggunakan perlengkapan keselamatan seperti apron dan pelindung tangan jika diperlukan.

Pendekatan ini tidak hanya menjaga keselamatan, tetapi juga menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan etos kerja sejak dini.

Hasil Karya

Melalui kegiatan ini, peserta didik mampu menghasilkan berbagai produk kriya kayu seperti gantungan kunci, tatakan gelas, papan nama, hiasan meja, miniatur, hingga rak kecil sederhana. Setiap hasil karya menjadi sumber kebanggaan yang meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Proses ini tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga pengalaman belajar penting yang memperkuat kemandirian, konsistensi, dan kemampuan memecahkan masalah.


Create a free website with Framer, the website builder loved by startups, designers and agencies.