Mengenal Vokasi Batik SLBN 2 Martapura dan Proses Membatik Peserta Didik SMALB
• Nov 2, 2025 •

Vokasi Batik di SLBN 2 Martapura: Melatih Keterampilan, Melukis Keindahan dalam Setiap Titik Malam
Mengenal Vokasi Batik di SLBN 2 Martapura
Program Vokasi Batik di SLBN 2 Martapura merupakan salah satu bentuk pembelajaran vokasi yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan seni, ketelitian, serta kemandirian peserta didik berkebutuhan khusus pada jenjang SMALB kelas 10, 11, dan 12.
Melalui kegiatan membatik, peserta didik belajar tentang seni tradisional Indonesia sekaligus sebagai sarana menanamkan nilai kesabaran, fokus, dan tanggung jawab dalam setiap proses pembuatannya.
Kegiatan vokasi ini dilaksanakan dengan bimbingan langsung oleh dua guru pembimbing:
👨🏫 Bapak Fauzan Ramadhani, S.Pd, yang membimbing peserta didik dalam membuat pola dan mengolah warna batik, serta
👨🏫 Bapak Muhammad Dwi Kusyuliqan, S.Pd, yang mendampingi proses mencanting dan pelorodan (pelepasan malam dari kain).
Pendampingan Berdasarkan Kemampuan Siswa
Dalam vokasi batik, peserta didik dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan kemampuan motorik halus dan kontrol sosial emosional mereka:
🖋️ Kelompok Pertama:
Peserta didik dengan motorik halus yang baik dan sudah memiliki kontrol sosial emosional yang stabil.
Mereka diarahkan untuk melakukan proses pencantingan, yaitu menggambar pola batik menggunakan malam panas. Proses ini menuntut konsentrasi tinggi dan ketelitian karena peserta didik berhadapan langsung dengan alat dan bahan yang panas.
🎨 Kelompok Kedua:
Peserta didik dengan motorik halus yang baik namun masih perlu pendampingan dalam kontrol sosial emosional.
Mereka difokuskan pada bagian pembuatan pola pada kain dan proses pewarnaan, yang tetap memerlukan ketelitian, namun dengan tingkat risiko kerja yang lebih aman.
Pembagian ini dilakukan agar setiap peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka, sehingga proses pembelajaran tetap aman, inklusif, dan bermakna.
Langkah-Langkah Membatik di SLBN 2 Martapura
Para peserta didik mempelajari proses membatik secara bertahap, mulai dari tahap dasar hingga menghasilkan kain batik yang siap pakai.
Berikut langkah-langkah yang dipelajari dalam kegiatan Vokasi Batik:
Membuat Pola Batik (Nggambar):
Siswa menggambar pola batik di atas kain mori menggunakan pensil sesuai desain yang telah disiapkan.Mencanting (Nglowongi):
Menggunakan alat canting berisi malam panas untuk menutup bagian tertentu dari pola agar tidak terkena warna saat pewarnaan.Pewarnaan (Nyolet atau Celup):
Kain diwarnai sesuai motif dan desain. Siswa dilatih memilih dan mencampur warna agar hasilnya harmonis dan menarik.Pelorodan:
Kain yang telah selesai diwarnai direbus dalam air panas untuk menghilangkan malam, sehingga motif batik terlihat jelas dan indah.Penyelesaian Akhir:
Setelah dikeringkan, kain disetrika dan siap digunakan sebagai bahan busana atau karya seni.
Setiap tahap dilakukan dengan pengawasan ketat dari pembimbing, memastikan siswa memahami proses dan menjaga keselamatan kerja di lingkungan produksi batik.
Membangun Kemandirian Melalui Seni dan Keterampilan
Melalui kegiatan membatik, peserta didik belajar bahwa setiap goresan malam dan setiap tetes warna memiliki makna bahwa keindahan bisa lahir dari ketekunan dan kesungguhan.
Selain menjadi bagian dari proses pembelajaran, hasil karya batik para siswa juga berpotensi menjadi produk kreatif sekolah yang bernilai jual, mendukung pengembangan vokasi dan kemandirian ekonomi di masa depan.
Program Vokasi Batik di SLBN 2 Martapura merupakan perpaduan antara seni, keterampilan, dan nilai pendidikan inklusif. Dengan bimbingan Bapak Fauzan Ramadhani, S.Pd dan Bapak Muhammad Dwi Kusyuliqan, S.Pd, para peserta didik berkebutuhan khusus belajar mengolah kain menjadi karya bernilai tinggi membuktikan bahwa setiap anak mampu menciptakan keindahan melalui proses yang penuh makna.


